Menjadi Lebih Dari Sekedar Pengusaha Muslim

Posted: Maret 30, 2011 in bisnis islami

Pergantian tahun dengan beragam ekspresi dan kegiatan yang digelar berbagai kalangan dalam menutup tahun 2010 dan menyambut datangnya tahun 2011 pun usai sudah. Acara itu menyisakan kelelahan dan berharap ‘secuil’ kenangan manis. Ironisnya, tidak sedikit dari mereka—yang saya yakin kebanyakan dari mereka adalah Muslim—justru menutup dan mengawali pergantian tahun ini dengan perbuatan maksiat baru. Naudzubillah.

Bagi pengusaha, pergantian tahun merupakan titik di mana kita harus melakukan evaluasi sekaligus merancang langkah masa depan dengan sederet strategi dan taktik untuk meraih capaian target yang biasanya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Enam langkah strandar biasanya dilakukan oleh para pengusaha dalam menghadapi pergantian tahun, yaitu melihat prediksi perkembangan pasar, memahami tantangan dan peluang, mengukur dan menyiapkan sumber daya, melakukan targeting, menyusun rencana strategis, dan menetapkan langkah implementasi. Pertanyaannya dan barangkali sekaligus renungan bagi kita adalah, apakah hanya itu yang mesti dipikirkan oleh seorang pengusaha Muslim?

Tantangan Masa Depan
Dunia yang semakin ‘flat’ karena kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet (new wave), membuat siapapun bisa mengakses (search) dan menyebarkan (share) informasi begitu mudah dan cepat di manapun. Dalam kondisi setiap orang terkoneksi secara aktif dengan internet, maka pengusaha dituntut mampu mengelola tiga hal: customers, product dan brand dengan strategi yang lebih interaktif dan kreatif.
Tantangan lainnya adalah keniscayaan para pengusaha untuk berhadapan dengan era bebas yang ‘membolehkan’ siapa pun menggunakan berbagai cara untuk memenangi persepsi (mind share) konsumen dengan brand yang kuat dan memenangi pasar (market share) dengan produk dan layanan yang ‘sempurna’. Di sinilah seorang pengusaha Muslim ditantang sekaligus diuji kemampuannya untuk tetap eksis di rimba kompetisi bisnis yang ‘liar’. Pilihannya ada tiga: Anda mengikuti arus, kreatif menghadapi berbagai tantangan, atau diam dan kemudian mati !

Tak Sekadar Pengusaha Muslim
Pengusaha Muslim adalah sosok yang semestinya sukses sekaligus menjadi trendsetter perubahan ke arah yang lebih baik. Terlebih di era kapitalistik-liberalistik seperti sekarang ini. Bukan menjadi sosok sukses karena berhasil ikut dalam arus sistemis yang batil. Maka dari itu, paling tidak ada lima kekuatan yang harus dimiliki untuk menjadi lebih dari sekadar pengusaha Muslim, yaitu :

Pertama: kekuatan visi
Pengusaha Muslim, bukanlah tipikal orang yang punya visi pendek keduaniawian semata. Tetapi jauh ke depan melintas batas kehidupan duniawi. Yakni visi meraih sukses dunia-akhirat dengan jalan meletakkan seluruh aktivitas bisnis dalam koridor syariah.

Kedua: kekuatan misi
Pengusaha Muslim juga orang yang peduli pada kondisi umat dan siap bergerak melakukan perubahan melalui kekuatan bisnis yang dimilikinya atas dasar keimanan. Maka ia akan terlibat untuk ikut menggiring perubahan ke arah pembentukan masyarakat yang adil, aman, sejahtera dan bermartabat.

Ketiga: kekuatan pemahaman
Yaitu memahami betul kerangka kehidupan Islami dalam tataran pemikiran maupun implementasi. Islam adalah ad-Diin dan sistem hidup (ideologi) yang lengkap. Termasuk di dalamnya pemahaman tentang konsep dan praktek bisnis yang benar secara syar’i.

Keempat: fokus dan expert
Pengusaha Muslim adalah orang yang benar-benar expert di bidangnya. Dialah orang yang akan menjadi rujukan dan contoh karena penguasaannya pada bidang yang ia tekuni secara fokus. Bukan sekadar ahli dalam meraih keuntungan bisnis yang berlimpah.

Kelima: kekuatan jaringan
Saatnya umat Islam bersatu untuk membangun jaringan yang mampu menjadi kekuatan tandingan pebisnis kapitalis. Tanpa jaringan yang massif, mustahil ‘benteng’ bisnis kapitalis dapat dihancurkan untuk kemudian digantikan dengan sistem bisnis yang Islami dalam naungan khilafah Islamiyyah ‘ala minhaji nubuwwah.

Nabi bersabda, “Sungguh mengagumkan kondisi orang Mukmin, karena seluruh urusannya merupakan kebaikan. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia bersyukur. Jika dia ditimpa kesulitan, dia bersabar, dan itu merupakan kebaikan baginya. Dan itu tidak mungkin diraih, kecuali oleh orang Mukmin”. (HR. Muslim)

Bey Laspriana Husein
Praktisi syariah marketing communication
Pengurus pusat Gugus Tugas Pengusaha (GTP) HTI Pusat

sumber : http://www.mediaumat.com

Komentar
  1. menone mengatakan:

    godaan makin lama makin hebat ya sob…… banyak bgt orang menggunakan segala cara buat bisnis

    salam persahabatan selalu dr MENONE

  2. ayuds mengatakan:

    ya begitulah…berbisnis harus jujur,krn itu adlh hal penting yg hrs dipegang teguh oleh si penjual

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s